Inirhinie

Simplicity..

Cabai oh cabai..

 

Cabai..

Cabai memang banyak manfaatnya, tapi buat aku malah bikin sengsara. Setiap makan pedas yang ada jadi sembelit alias susah buang air besar.

Kata bu dokter yang jadi langganan dokterku dari kecil, aku bener2 harus menghindari cabai, kalo engga bisa susah buang air besar dan akibatnya bisa lebih bahaya (ga perlu dibahas.. hehehe)

 

Cabai, banyak manfaatnya mulai dari mengatasi stroke, jantung koroner, sampai impotensi.

Cabai disukai, diinginkan, bahkan orang bisa kecanduan cabai, karena menambah gairah makan. Tetapi juga dibenci oleh mereka yang tidak tahan rasa pedasnya. Dalam masyarakat Jawa ada istilah yang popular yaitu “kapok lombok”. Artinya, meski kapok, kita tetap ingin mengulanginya lagi.

Makan cabai berlebihan memang bisa  membuat sakit perut. Ada banyak jenis cabai, dan tidak semua cabai pedas. Cabai merah besar, cabai merah keriting, atau cabai hijau besar misalnya, tidak terlalu pedas. Apalagi cabai paprika yang sering menjadi campuran salad.

Cabai (Capsicum annum) termasuk genus Capsicum, famili  Solanaceae. Mudah tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi, bahkan seringkali ditanam di pekarangan rumah. Tetapi idealnya cabai paling cocok tumbuh di tanah gembur dengan pH tanah antara 5 -6.

Cabai bisa digolongkan sebagai sayuran atau bumbu, tergantung pada pemakaiannya. Sebagai bumbu, cabai sangat populer terutama bagi menu-menu masakan Padang. Dan sebagai sayuran, bisa dilalap besama tempe atau tahu goreng; atau menjadi campuran salad (cabai paprika).

Gizi dan manfaat cabai

Menurut Dr Prapti Utami, konsultan herbal dari tanaman obat keluarga Evergreen di Bintaro Jaya, Tangerang, cabai adalah salah satu bahan makanan yang kaya gizi. Penelitian menunjukkan bahwa cabai sarat vitamin C dan  betakaroten. Kadarnya melebihi mangga, nanas, papaya, maupun semangka. Bahkan kandungan mineralnya terutama kalsium dan fosfor lebih banyak daripada ikan segar. Kadar vitamin C pada cabai besar lebih tinggi dibanding pada cabai rawit. Dan vitamin C pada paprika merah dua kali lipat  dibanding pada paprika hijau atau kuning. Sedangkan betakaroten pada paprika merah sembilan kali lebih tinggi dibanding pada paprika  hijau.

Kenapa cabai rasanya pedas? Rasa pedas terasebut disebabkan kandungan kapsaisin (capsaicin)  yang terkonsentrasi pada bagian tengah cabai (uratnya yang berwarna putih tempat melekatnya biji-biji). Karena itu, untuk mengurangi rasa pedas, urat dan biji-bijinya dibuang.

Apa saja manfaat cabai? Pertama-tama tentu cabai mampu meningkatkan nafsu makan (bersifat stomakik). Cabai juga mampu merangsang produksi hormon endorfin, yaitu hormon yang membangkitkan sensasi nikmat. Karena itu, cobalah makan makanan pedas cabai ketika kepala sedang pusing. Rasa pedas yang ditimbulkan oleh kapsaisin dapat menghalangi aktivitas otak untuk menerima sinyal rasa sakit yang kita derita. Demikian menurut Dr Prapti.

Cabai sebagai obat? Memang demikian. Kapsaisin dalam cabai ternyata dapat mengencerkan lendir  sehingga dapat melonggarkan penyumbatan pada tenggorokan dan hidung, termasuk sinusitis. Kapsaisin juga bersifat antikoagulan dengan cara menjaga agar darah tetap encer dan mencegah terbentuknya kerak lemak (ateroklerosis) pada pembuluh darah. Karena itu tidak mengherankan jika mereka yang sering mengkonsumsi cabai terhindar dari aterosklerosis. Artinya mereka berisiko kecil terserang stroke, jantung koroner, maupun impotensi.

Kalau lihat orang makan sambel atau cabai rawit kadang kepengen.. cuma karena dari kecil ga pernah makan pedas jadi ga kuat makk..😀

sumber : http://www.nirmalamagazine.com

 

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: