Inirhinie

Simplicity..

Ketombe.. No!!

Ketombe (juga disebut sindap dan kelemumur; dengan nama ilmiah Pityriasis capitis) adalah pengelupasan kulitmati berlebihan di kulit kepala. Sel-sel kulit yang mati dan terkelupas merupakan kejadian alami yang normal bila pengelupasan itu jumlahnya sedikit. Namun demikian, ada orang yang mengalami secara terus menerus (kronisataupun sekali-sekali, pengelupasan dalam jumlah yang besar yang diikuti dengan pemerahan dan iritasi. Kebanyakan kasus ketombe dapat disembuhkan dengan shampoo khusus atau pengobatan bebas.

Bagi pemiliknya, ketombe tidak hanya menimbulkan rasa gatal di kulit kepala dan mengganggu penampilan, tapi juga mencerminkan kesehatan kulit.

Ketombe dapat juga merupakan gejala seborrhoeic dermatitispsoriasisinfeksi jamur atau kutu rambut. Bila mengalami ketombe, menggaruk kepala secara berlebihan harus dihindari. Menggaruk bagian tersebut dapat menyebabkan kerusakan kulit, yang selanjutnya dapat meningkatkan risiko infeksi, terutama sekali dari bakteristaphylococcus aureus dan streptococcus. Walaupun infeksi bakteri ini merupakan risiko terbesar dari ketombe, kebanyakan orang akan menemukan bahwa ketombe dapat menyebabkan isu sosial hilangnya kepercayaan diri bagi penderitanya. Oleh karenanya, pengobatan segera menjadi sangat penting untuk murni alasan sosial.

Penyebab 

Sejalan dengan bertumbuhnya kulit, sel-sel epidermal akan terdorong keluar, di mana mereka pada akhirnya mati dan terkelupas dari kepala. Pada umumnya, pengelupasan ini terlalu kecil untuk dapat terlihat mata. Namun demikian, kondisi tertentu menyebabkan pergantian/pertumbuhan sel menjadi terlalu cepat, khususya umum terjadi di kulit kepala. Pada orang berketombe, sel-sel kulit mungkin mati dan digantikan setiap kira-kira dua minggu sekali, sedangkan pada orang tanpa ketombe, siklus ini berlangsung satu bulan sekali. Hasilnya, sel-sel kulit mati akan terlepas dan menumpuk dalam jumlah yang besar, yang tampak sebagai serpihan-serpihan kecil berwarna putih atau kelabu di kulit kepala.

Menurut dr Harsono Martowijono, SpKK, Spesialis kulit dari Smart Skin Clinic dan Jakarta Skin Center, “Ketombe merupakan salah satu jenis penyakit peradangan kulit yang disebabkan olehproduksi minyak (sebum) berlebihan yang didasari oleh faktor bawaan”. Peradangan kulit ini akan bertambah parah, jika kulit kepala sering digaruk. Akibatnya, luka di kulit kepala atau sisik-sisik kulit makin banyak yang rontok. Ada pula faktor-faktor lain yang dapat memicu timbulnya ketombe, antara lain :

  1. Pergantian sel kulit ari : Setiap 28 hari, kulit, termasuk kulit kepala, akan mengalami proses regenerasi. Sebagian besar kulit kepala terdiri dari sel keratin – sejenis protein yang tidak larut dalam air dan sangat peka terhadap bahan-bahan kimia – yang mudah mengelupas dan digantikan oleh sel baru. Proses pergantian sel pada kulit kepala terjadi secara bertahap dan tidak terlihat oleh mata. Jika proses terjadi lebih cepat, akan timbul kelainan kulit kepala yang kita sebut ketombe
  2. Jamur : Jamur yang berperan sebagai penyebab ketombe adalah Pityrosporum ovale (P. Ovale) atau Malasezzia furfur. Sebenarnya, jamur tersebut tidak menyebabkan ketombe jika pertumbuhannya tidak melebihi kondisi normal kulit kepala. Tapi, jika melebihi, jamur ini akan menimbulkan ketombe dan rasa gatal di kepala kita.
  3. Produk perawatan kulit : Beberapa jenis produk perawatan kulit antara lain sampo, sabun, minyak rambut, pewarna rambut, hair tonic dan hair spray, juga berperan menimbulkan ketombe. Kandungan bahan-bahan tertentu seperti minyak kelapa, natrium lauril sulfat, buahAcasia concina (Shikakai) dan lain sebagainya, dapat merangsang pertumbuhan ketombe sekaligus meningkatkan pertumbuhan jamur di kulit kepala.
  4. Perawatan rambut yang kurang tepat : Perawatan rambut yang kurang tepat seperti menyisir rambut secara berlebihan, sering memakai alat pengering, pelurus, dan pengeriting rambut, serta menggunakan sisir atau sikat rambut yang kurang terjaga kebersihannya, terutama pada rambut berminyak, dapat menyebabkan kulit kepala semakin berpori-pori, rapuh dan terkelupas.
  5. Makanan : Lemak memang diperlukan oleh tubuh. Tetapi bila dikonsumsi secara berlebihan, lemak dapat merangsang produksi kelenjar sebasea (kelenjar yang mengelilingi setiap akar rambut) yang menyebabkan kulit kepala berminyak dan berketombe. Begitu juga jika kita sering mengonsumsi makanan-makanan pedas.
  6. Hormon : Hormon sangat berpengaruh pada timbulnya ketombe, seperti masa setelah pubertas (dewasa) atau adanya ketidakseimbangan hormon. Secara umum, pria lebih banyak yang berketombe dibanding wanita. Hal ini terkait dengan hormon khas pria – androgen dan testosteron – yang menyebabkan kulit pria cenderung lebih berminyak, sensitif, dan mudahmengalami iritasi.

Nutrisi

Ketombe dalam beberapa kasus merupakan masalah nutrisi buruk, khususnya disebabkan defisiensi mineral seng. Seng dapat ditemukan dalam makanan seperti kerang-keranganayam kalkunbabi, dan kacang-kacangan.

Komposisi

Ketombe merupakan sekelompok corneocytes, yang telah mempertahankan tingkat kohesi antar satu sama lain dan dengan demikian melepaskan dari permukaan stratum korneum. Ukuran dan beratnya berbeda dari satu daerah ke daerah lain dan dari waktu ke waktu. Ketombe sering terbuat dari Sel Parakeratotic. Jumlah mereka tergantung dari tingkat keparahan manifestasi klinis, yang mungkin juga dipengaruhi oleh seborrhea.[1]

Pengobatan

Pengelupasan dapat dikurangi, khususnya bagi mereka yang mengalami masalah ketombe yang tidak terlalu banyak, dengan perawatan rambut yang tepat. Beberapa orang memiliki persepsi yang salah dengan menolak membasuh rambut mereka, dan berpikir bahwa shampoo dapat menyebabkan kulit kepala menjadi kering dan bisa membuat ketombe mereka menjadi lebih banyak. Sebenarnya, dengan mencuci rambut secara reguler, kulit-kulit mati akan terlepas sebelum terkumpul banyak dan terlihat. Shampoo yang tepat akan membantu mengembalikan tingkat keasaman kuilt kepala yang baik, memecah minyak, dan mencegah sel-sel kulit mati bertumpuk menjadi serpihan yang terlihat. Namun demikian, shampoo yang tidak ditujukan secara khusus untuk pengobatan, ataupunshampoo yang bukan untuk pengobatan seborrhoeic dermatitis, tidak memiliki efek untuk mengobati kulit yang teriritasi dan merah.

Cara tepat mengatasinya

Mengatasi masalah ketombe tidaklah sulit jika kita bisa mengendalikan penyebabnya. Langkah awalnya, antara lain sebagai berikut:

  1. Perbanyak mengonsumsi sayur dan buah-buahan segar, serta obat atau makanan yang mengandung zinc seperti ikan, kedelai, dan biji-bijian.
  2. Kurangi makanan yang berlemak dan pedas.
  3. Tambah asupan vitamin B6, C, dan A.
  4. Hindari pemakaian minyak, gel, tonik, dan spray rambut secara berlebihan.
  5. Bersihkan rambut secara teratur, dua hari sekali, dengan sampo antiketombe yang mengandung zat-zat aktif seperti asam salisilat, selenium sulfida, siklopiroks, ketokonazol, atauZinc Pyrithione (ZPT). Jangan digunakan oleh ibu hamil dan menyusui.
  6. Kendalikan stres. Kendati bukan sebagai penyebab langsung, stres dapat menyebabkan menurunnya daya tahan tubuh dan menimbulkan ketombe.
  7. Kurangi penggunaan alat pengering rambut. Jika terpaksa, pakai derajat kepanasan yang paling rendah dan berhentilah sebelum rambut benar-benar kering.
  8. Hindari menggaruk kulit kepala secara berlebihan agar tidak menimbulkan infeksi sekunder.
  9. Setelah ketombe berhasil dikendalikan, untuk perawatan harian gunakan sampo yang lembut seperti sampo bayi.
  10. Sempatkan berjemur sinar matahari sejenak di pagi hari agar kesehatan rambut dan kulit tetap terjaga.

Sumber :

http://www.nirmalamagazine.com

http://id.wikipedia.org/wiki/Ketombe

 

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: